Health

Seluruh RSUD di Jakarta Sudah Dilengkapi Ruang Isolasi Campak

konfirmasi campak ada 43 kasus

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) di Ibu Kota sudah dilengkapi dengan ruang isolasi untuk menangani beberapa penyakit menular, termasuk campak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni mengatakan, penyediaan ruang isolasi itu merupakan bagian dari kesiapsiagaan dalam prosedur Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) campak di fasilitas pelayanan kesehatan.

"Untuk fasilitas kesehatan kewaspadaan terhadap campak termasuk kesiapan prosedur PPI sudah memiliki bahkan termasuk di RSUD sudah ada ruang isolasi untuk beberapa penyakit menular termasuk campak," kata Sri Puji Wahyuni saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan yang dilakukan termasuk skrining gejala campak seperti demam, ruam merah, batuk, pilek, dan mata merah.

Apabila terdeteksi, maka petugas kesehatan akan melakukan tata laksana suspek campak termasuk manajemen kontak dan tracing.

"Sampai hari ini kasus konfirmasi campak ada 43 kasus," kata Puji.

Pada awal tahun ini, tercatat 1.236 kasus terduga campak di seluruh wilayah DKI Jakarta, dengan kasus tertinggi di Jakarta Barat (398 kasus), Jakarta Pusat (276 kasus), dan Jakarta Selatan (226 kasus).

Sementara di Jakarta Utara tercatat 179 kasus, Jakarta Timur 155 kasus, dan Kepulauan Seribu dua kasus.

Bulan lalu, Pemprov DKI Jakarta mengadakan kegiatan imunisasi kejar serentak (IKS) campak serentak pada bulan Maret 2026 untuk menjangkau kelompok anak berusia 9-59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi.

IKS 2026 campak diadakan karena kasus campak masih ditemukan dan status imunisasi anak di Jakarta menunjukkan masih ada anak yang belum diimunisasi secara lengkap.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: